Mengcopy file MPEG ke DVD media

Membuat file MPEG agar dapat dijalankan pada player DVD sebenarnya mudah saja. Dengan software khusus untuk membuat file VCD dari file MPEG sudah banyak dilakukan. Untuk membuatnya tentu diperlukan sebuah CD burner. Tetapi bagaimana bila kita memanfaatkan sebuah drive DVD burner agar dapat menampung koleksi file VCD atau MPEG file dan dapat dijalankan pada player DVD.

Format MPEG memiliki ukuran lebih kecil dibandingkan format file DVD. Untuk media DVD disc sendiri memiliki kapasitas cukup besar dengan daya tampung 4.5GB atau untuk media dual layer akan mampu menampung hampir 2 kali dari standard DVD. Misalnya anda memiliki sebuah koleksi presentasi, film pribadi atau film berdurasi cukup lama, maka dengan media DVD mampu menyimpan koleksi film anda dengan panjang durasi sekitara 4 jam lebih hanya dengan 1 buah DVD disc

Bila anda tertarik memanfaatkan kemampuan media DVD disc agar file MPEG dapat masuk kedalam format DVD disc dan dapat dijalankan pada player DVD rupanya tidak semudah membuat file MPEG dimasukan kedalam bentuk format VCD disc. Dengan daya tampung 4.5GB dari media DVD disc, maka file MPEG dapat diputar lebih dari 4 jam dibandingkan kemampuan standard disc untuk CD-ROM yang hanya terbatas pada kapasitas 600-700MB untuk dibuat dalam 1 CD dengan durasi 1 jam saja.

Ada ketentuan khusus yang sangat penting, bila anda menginginkan MPEG file anda dapat dimasukan kedalam sebuah disc DVD. Format MPEG file standard memiliki sistem rata rata audio 44khz agar dapat berjalan normal pada player. Frame rate dari format MPEG bisa memiliki frame 21, 23.9, 25 atau 29.9FPS dengan format PAL atau NTSC. Sedangkan pada DVD player mengharuskan sistem audio dengan 48khz dengan frame rate 25 dan 29.9fps.

Tahap awalnya diperlukan pada tabel dibawah ini, untuk asumsi pada artikel ini untuk membuat DVD disc dengan format NTSC dengan 29.9fps

Software
VCD Cutter FIle VCD cutter berfungsi untuk mengabungkan file MPEG atau file DAT dari VCD. Contohnya anda memiliki 4 file terpisah, maka dengan VCD Cutter anda dapat mengabungkan menjadi 1 buah file. Software ini juga bermanfaat bila ingin membuat 1 buah file film utuh dalam satu file dengan ukuran tidak lebih dari 1GB
TMPGplus Software TMPG plus diperlukan bila file MPEG file anda memiliki frame rate (fps) dibawah 29.9. TMPGplus dapat merubah file MPEG anda menjadi 29.9fps agar dapat diterima oleh software TMPGen DVD Authoer. Ketentuan pada software untuk mengkonversi file MPEG agar dapat masuk ke dalam disk DVD diperlukan file yang seragam.
TMPGenc DVD Author Software ini berfungsi untuk mengkonversi audio dari 44Khz menjadi 48Khz sebagai format audio yang diterima oleh player. Selain berfungsi sebagai konversi audio, TMPGenc DVD Author dapat langsung membuat file dengan directory untuk standard DVD.
Nero Burning Untuk Nero terbaru, software dapat langsung menerima hasil dari encoding TMPGenc DVD Author dan file dapat diburner pada DVD burner dengan software Nero.

Untuk singkatnya, fungsi fungsi software pada tabel dibawah ini.

Function
VCD Cutter Cutting, Editing, Split, Joint MPEG file
TMPGplus Convert Frame rate file, Cutting, EditingSoft, convert Plugin format to MPEG
TMPGenc DVD Author Convert sound MPEG 44Khz to 48Khz, Generated output to DVD
Nero Burning Make DVD disc from output TMPEGenc DVD Author

VCD Cutter – Cutting, Editing, Split, Joint MPEG file

Dibawah ini adalah tampilan VCD Cutter. Software ini menerima format MPEG atau DAT VCD. Fungsinya sebagai pemotong, pengabung atau memisah misah file untuk dijadikan 1 bagian file. Anda tidak perlu memisah misah file menjadi beberapa bagian bila bertujuan untuk membagi track atau pilihan chapter. Karena pada software TMPGenc DVD Author memiliki fungsi tersebut. Perlu diingatkan, pada software TMPGenc DVD Author, file yang dihasilkan akan langsung dibagi dalam 1 bagian film tanpa potongan dengan ukuran yang dibagi maksimum 1GB. Untuk pembagian chapter atau memilih session chapter tidak lagi dibagi seperti file MPEG atau menu DVD. Karena sistem DVD berbeda dengan VCD. Manfaat lain dari VCD cutter, ketika melakukan potongan file dari sebuah film maka secara langsung file dalam format DAT yang digunakan pada VCD juga ikut terkonversi sebagai MPEG file. Jadi output dari VCD Cutter tidak lagi berbentuk format DAT VCD.

TMPGplus – Convert Frame rate file, Cutting, EditingSoft, convert Plugin format to MPEG

TMPGplus fungsinya mirip dengan VCD cutter. Hanya software ini lebih mengarahkan pemakai untuk pembuatan konversi frame rate, atau resize. Sedangkan VCD cutter memiliki kecepatan pada editing dan joint file. Bila file yang akan dimasukan pada media DVD memiliki keragaman misalnya ukuran, frame rate file berbeda beda dan fungsi zoom gambar

Pada wizard pilih format NTSC dengan 29.9fps. Berapapun frame rate yang dimiliki oleh film MPEG akan dikonversi ke format NTSC dengan 29.9fps tersebut.

Pada gambar bawah adalah ukuran output sebagai contoh dari 1 disc VCD dengan file MPEG yang dikonversi atau sudah dipotong sebagian dari file VCD dengan file DAT. Pada keterangan konversi bitrate, pada movie info masih tertera 44.100Hz atau 44Khz. Artinya TMPGplus hanya menyeragamkan file dalam bentuk NTSC dengan frame rate 29.9fps, sedangkan audio file tidak dirubah sama sekali.

Dibawah ini adalah proses encode dari TMPGplus dengan kisaran waktu 20 menit untuk file MPEG berukuran 500MB dan kecepatan CPU P4 2.4Ghz

Pada gambar dibawah ini adalah perbedaan ketika gambar asli dari MPEG/DAT VCD dengan 514.060KB (510MB) dengan frame rate 25fps, dan setelah konversi menjadi 29.9fps dengan ukuran 525.526KB (525MB)

TMPGenc DVD AuthorConvert sound MPEG 44Khz to 48Khz, Generated output to DVD

Proses terakhir dalam encode file MPEG/DAT agar dapat diterima oleh DVD player. Selain berfungsi untuk merubah audio 44Khz menjadi 48Khz, software TMPGenc juga dapat membuat track atau chapter/session file. Seperti tulisan diatas bahwa tidak perlu memotong motong file untuk pembuatan chapter pada format DVD, karena format DVD file hanya mengenal 1 buah file utuh dan pembagian 1GB maksimum. Sedangkan pembuatan Chapter/Session yang diinginkan untuk memudahkan melihat sebuah sesi film dapat langsung dibuat pada software ini. Kami tidak menceritakan banyak untuk software TMPGenc, dan anda dapat mencari bagaimana untuk membuat Chapter untuk DVD film anda

Dibawah ini adalah tampilan dari TMPGenc DVD Author.

Proses pembuatan film untuk DVD juga memerlukan proses encode untuk merubah atau mengkonversi audio dari MPEG (44Khz) ke DVD (48Khz). File gambar pada software ini tetap tidak dirubah dan hanya sistem audio saja yang dilakukan encoding. Untuk konversi file berukuran 4GB agar menjadi file DVD diperlukan waktu sekitar 3-4 jam.

Dibawah ini adalah hasil output TMPGenc DVD Author dengan 2 directory yang nantinya akan digunakan untuk burner dari software Nero Burning

Nero Burning – Make DVD disc from output TMPEGenc DVD Author

Yang terakhir adalah sesi termudah, membuat DVD disc. Gunakan software Nero burning untuk membuat DVD disc dengan DVD burner. Bisa juga digunakan CDwriter untuk membuat file MPEG menjadi DVD dengan batas ukuran dari CD yang tidak lebih dari 600MB.

Anda cukup memasukan kedua file dari hasil output TMPGenc DVD Authoer dan memindahkan ke main directory dari Nero Burning. Selanjutnya anda dapat membuat DVD dengan software Nero Burning

Final word :Burn baby

Beberapa kesulitan pada format DVD dari hasil konversi diatas

Pada test pengujian kami, hasil output yang dibuat dari tulisan diatas memang mengalami kompatibel dengan software computer seperti PowerDVD. Tetapi hasil DVD disc yang dibuat dapat dijalankan pada player DVD biasa. Pembuatan selection atau pilihan chapter/session film juga berjalan normal seperti hasil yang kami buat.

Untuk percobaan ada baiknya melakukan dengan DVD RW. Dan hindari pemakaian pemeriksaan output dari virtual drive atau Nero Image karena hasil output belum tentu dapat dilihat melalui software DVD seperti PowerDVD.

Konversi AC3 akan mengurangi ukuran file VOB (4 Juli 2006

Sejak dibuatnya software DVD tahun 2005, versi terbaru sudah memberikan driver untuk mengkonversi bagian suara ke format AC3. TMPG express, TMPG DVD Author sudah memberikan tambahan fungsi konversi dari MP3 ke AC3. Software lain yang dapat membantu adalah WinAVI video conveter dan VSO ConvertX to DVD.

(obengware)

Memperbaiki harddisk yang bad Sector

Harddisk adalah media penyimpan yang sangat penting pada computer. Sayangnya umur pemakaian yang terbatas. Kerusakan pada harddisk dapat disebabkan beberapa hal. Misalnya :

  • Power supply yang tidak memadai dan merusak kontroller harddisk dan motor.
  • Harddisk terjatuh dan merusak mekanik didalamnya atau minimal terjadi bad sector.
  • Terlalu sering dibawa bawa tanpa pengaman membuat platter harddisk rusak karena goncangan berlebih.
  • Suhu didalam harddisk yang panas membuat kondisi harddisk dalam lingkungan tidak stabil.
  • Kondisi MTBF/umur harddisk, sudah tercapai dan akan rusak.

Hal yang masih dapat dilakukan untuk memperbaiki harddisk yang terkena bad sector adalah hanya kondisi dimana harddisk masih berputar, keadaan controller harddisk masih bekerja. Tetapi keadaan ini masih dibagi lagi, bila ingin mengunakan harddisk yang terkena bad sector. Masalah penyebab bad sector adalah salah satu kerusakan yang sering terjadi. Kondisi kerusakan oleh bad sector dibedakan oleh 3 keadaan.

  • Kondisi dimana platter harddisk aus. Pada kondisi ini harddisk memang sudah tidak dapat digunakan. Semakin lama harddisk semakin rusak dan tidak berguna lagi untuk dipakai sebagai media storage.
  • Kondisi platter yang aus tetapi belum mencapai kondisi kritis. Kondisi ini dapat dikatakan cukup stabil untuk harddisk. Kemungkinan harddisk masih dapat diperbaiki karena platter masih mungkin dilow level.
  • Kondisi platter yang aus, baik kondisi yang parah atau ringan tetapi kerusakan terdapat di cluster 0 (lokasi dimana informasi partisi harddisk disimpan). Kondisi ini tidak memungkinkan harddisk diperbaiki.

Membicarakan keadaan harddisk untuk diperbaiki hanya memungkinkan perbaikan pada kondisi ke 2, dimana permukaan harddisk masih stabil tetapi terdapat kerusakan ringan di beberapa tempat.

Tujuan
  • Upaya untuk mengunakan harddisk yang terdapat bad sector
  • Men-eliminasi lokasi kerusakan pada bad sector.
Tahapan 1

Sebelum melakukan tahapan selanjutnya sebaiknya mengunakan tahapan 1 untuk memastikan kondisi platter harddisk yang rusak. Untuk mengetahui hal ini harddisk harus dilakukan LOW LEVEL FORMAT (LLF). LLF dapat dilakukan dari BIOS atau Software. Untuk BIOS, beberapa PC lama seperti generasi 486 atau Pentium (586) memiliki option LLF. Atau dapat mengunakan software LLF. Untuk mendapatkan software LLF dapat diambil di Site pembuat harddisk. Atau mencari utiliti file seperti hddutil.exe (dari Maxtor – MaxLLF.exe) dan wipe.exe versi 1.0c 05/02/96.

Fungsi dari software LLF adalah menghapus seluruh informasi baik partisi, data didalam harddisk serta informasi bad sector. Software ini juga berguna untuk memperbaiki kesalahan pembuatan partisi pada FAT 32 dari Windows Fdisk.

Setelah menjalankan program LLF, maka harddisk akan benar-benar bersih seperti kondisi pertama kali digunakan.

Peringatan : Pemakaian LLF software akan menghapus seluruh data didalam harddisk

Tahapan 2

Proses selanjutnya adalah dengan metode try dan error. Tahapan untuk sesi ini adalah :

a. Membuat partisi harddisk : Dengan program FDISK dengan 1 partisi saja, baik primary atau extended partisi. Untuk primary dapat dilakukan dengan single harddisk , tetapi bila menghendaki harddisk sebagai extended, diperlukan sebuah harddisk sebagai proses boot dan telah memiliki primary partisi (partisi untuk melakukan booting).

b. Format harddisk : Dengan FORMAT C: /C. Penambahan perintah /C untuk menjalankan pilihan pemeriksaan bila terjadi bad sector. Selama proses format periksa pada persentasi berapa kerusakan harddisk. Hal ini terlihat pada gambar dibawah ini.

Ketika program FORMAT menampilkan Trying to recover allocation unit xxxxxx, artinya program sedang memeriksa kondisi dimana harddisk tersebut terjadi bad sector. Asumsi pada pengujian dibawah ini adalah dengan Harddisk Seagate 1.2 GB dengan 2 lokasi kerusakan kecil dan perkiraan angka persentasi ditunjukan oleh program FORMAT :

Kondisi Display pada program Format persentasi yang dapat digunakan
Baik 0-20% 20%
Bad sector 21% Dibuang
Baik 22-89% 67%
Bad sector 91% Dibuang
Baik 91-100% 9%

c. Buat partisi kembali : Dengan FDISK, buang seluruh partisi didalam harddisk sebelumnya, dan buat kembali partisi sesuai catatan kerusakan yang terjadi. Asumsi pada gambar bawah adalah pembuatan partisi dengan Primary dan Extended partisi. Pada Primary partisi tidak terlihat dan hanya ditunjukan partisi extended. Pembagian pada gambar dibawah ini adalah pada drive D dan F (22MB dan 12 MB) dibuang karena terdapat bad sector. Sedangkan pada E dan G ( 758MB dan 81MB) adalah sebagai drive yang masih dalam kondisi baik dan dapat digunakan.

Bila anda cukup ngotot untuk memperbaiki bad sector anda, dapat juga dilakukan dengan try-error dengan mengulangi pencarian lokasi bad sector pada harddisk secara tahapan yang lebih kecil, misalnya membuat banyak partisi untuk memperkecil kemungkinan terbuangnya space pada partisi yang akan dibuang. Semakin ngotot untuk mencari kerusakan pada tempat dimana terjadi bad sector semakin baik, hanya cara ini akan memerlukan waktu lebih lama walaupun hasilnya memang cukup memuaskan dengan memperkecil lokasi dimana kerusakan harddisk terjadi.

d. Untuk memastikan apa bad sector sudah terletak pada partisi harddisk yang akan dibuang, lakukan format pada seluruh letter drive dengan perintah FORMAT /C. Bila bad sector memang terdapat pada partisi yang dibuang (asumsi pada pengujian bad sector terletak pada letter drive D dan F), maka partisi tersebut dapat langsung dibuang. Tetapi bila terjadi kesalahan, misalnya kerusakan bad sector tidak didalam partisi yang akan dibuang melainkan terdapat pada partisi yang akan digunakan, anda harus mengulangi kembali proses dari awal dengan membuang partisi dimana terdapat kesalahan dalam membagi partisi yang terkena bad sector. Hal yang perlu diingat : Pembuatan partisi dilakukan dari awal ke akhir, misalnya C, D, E dan selanjutnya. Untuk membuang partisi mengunakan cara sebaliknya yaitu dari Z ke C. Kesalahan dalam membuang dan membuat partisi yang acak acakan akan mengacaukan sistem partisi harddisk.

e. Proses selanjutnya adalah membuang partisi yang tidak digunakan lagi. Setelah melakukan pemeriksaan dengan program FORMAT, maka pada proses selanjutnya adalah membuang partisi yang mengandung bad sector. Pada gambar dibawah ini adalah: Tahap membuang 2 partisi dengan FDISK untuk letter drive D dan E. Untuk E dan G adalah partisi letter drive yang akan digunakan.

F. Pada akhir tahapan anda dapat memeriksa kembali partisi harddisk dengan option 4 (Display partitisi) pada program FDISK, contoh pada gambar dibawah ini adalah tersisa 3 drive : C sebagai primary partisi (tidak terlihat), 2 extended partisi yang masih baik dan partisi yang mengandung bad sector telah dihapus.

G. Akhir proses. Anda memiliki harddisk dengan kondisi yang telah diperbaiki karena bad sector. Letter drive dibagi atas C sebagai Primary partisi dan digunakan sebagai boot, D (758MB) dan E (81MB) adalah partisi ke 2 dan ke 3 pada extended partisi.

Bila anda belum puas dengan hasil mencari bad sector, maka anda dapat mengulangi prosesur diatas. Untuk melakukan Tips ini sebaiknya sudah mengetahui prosedur dalam membuat partisi dengan program FDISK.

Yang perlu dicatat pada tip ini adalah, berhati-hati pada pemakaian program LLF. Sebaiknya mengunakan single drive untuk mengunakan program ini. Kesalahan melakukan LOW LEVEL FORMAT pada harddisk sangat fatal dan tidak dapat dikembalikin seperti kondisi semula.

Untuk harddisk yang terkena BAD SECTOR sebaiknya mengunakan harddisk yang kondisinya belum terlalu parah atau bad sector terdapat di beberapa tempat dan tidak sporadis tersebar. Kerusakan pada banyak tempat (sporadis bad sector) pada harddisk akan menyulitkan pencarian tempat dimana terjadi bad sector.

Artikel ini sudah dilakukan oleh LAB Busset, dan kesalahan dalam melakukan Tips ini diluar tanggung jawab Busset.

moga info ini membantu anda dalm menangani hardisk yg bad.

link software, hdguru.com (terima kasih)